Tanaman sengon merupakan tanaman yang mudah hidup di daerah tropis dengan kondisi tanam kering cenderung lembab. Sengon mudah sekali terkena pernyakit jika ditanam dalam lahan tergenang dan becek. Karena akar tanaman sengon memiliki koloni bakteri yang mampu menyerap nitrogen langsung dari udara, sehingga diperlukan sirkulasi udara yang lancar diarea pangkal tanaman.
Dengan simbiosis mutualis dengan nitrobacter dan nitrosomonas yang hidup di akar sengon membentuk seperti benjolan kecil seperti umbi. Maka tanaman sengon juga sering dimanfaatkan untuk pemulihan lahan kritis dan lahan gundul dengan kandungan zah hara yang miskin karena top soil yang tipis.

Tanaman sengon sendiri merupakan golongan keluarga petai dengan klasifikasi sebagai berikut :
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Fabales
Famili : Fabaceae
Sub Famili : Mimosoidae
Marga : Paraserianthes
Jenis : Paraserianthes falcataria
Sinonim : Albizia moluccana Miq. Albizia
falcataBacker; Albizia falcataria (L.) Fosberg.
Nama lokal/daerah : Sengon (umum), jeungjing
(Sunda), sengon laut (Jawa), sika(Maluku), tedehu pute (Sulawesi), bae, wahogon
(Irja).

Tanaman sengon dimanfaatkan kayunya sebagai bahan baku pembuatan kertas dan kayu lapis. Selain itu kayu sengon oleh masyarakat digunakan sebagai bahan bangunan yang praktis dan ringan serta murah harganya.

Umur panen yang optimal diperoleh pada usia 6 - 7 tahun dengan diameter rata-rata 45 cm dengan tinggi batang mencapai 25 m. Semakin besar diameter kayu sengon, bukan berarti semakin baik. Kebanyakan kayu sengon yang sidah berdiameter lebih dari 60 cm, membentuk rongga dan menjadi tempat perkembangan rayap dan binatang. Sehingga nilai komersialnya menurun tajam. Sebaiknya memanen kayu sengon setelah mencapai diameter optimal.
untuk pemesanan bibit. silahkan hubungi ;
ibu siti
0813 9110 6333
lokasi kami di cilacap jawa tengah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar