
Banyaknya kesalahan cara tanam bibit mangrove yang menyebabkan banyak bibit mangrove muda yang akhirnya hilang diterjang ombak laut atau mati karena busuk. hal tersebut bisa disadari karena memang karakter masyarakat kita yang sebenarnya dekat dengan laut, tapi tidak memahami permasalah mendasar tentang habitat mangrove.
secara umum hutan mangrove terbentuk karena unsur kolektif sehingga bisa mengurangi pengaruh yang disebabkan oleh abrasi air laut. oleh karena itu perlu teknik tersendiri untuk menanam bibit mangrove yang didasarkan kepada 2 teknik. yaitu teknik penanaman pada hamparan lumpur yang biasanya terbentuk karena memang ombak laut tidak besar dan untuk teknik penanaman ini tidak begitu sulit. cukup mengetahui batas terdalam air laut pasang.
lokasi ideal penanaman bibit mangrove adalah pada lahan lumpur dengan genangan air pasang maksimal 100 cm dan hanya maksimal 6 jam tergenang setiap hari. jika penanaman lebih dari 100 cm maka akan menyebabkan bibit mangrove muda menjadi busuk atau tercabut.
Sedangkan untuk penanaman teknik pesisir ombak besar teknik yang digunakan serupa dengan teknik penanaman dihamparan lumpur, namun dibarisan depan perlu diberi penghalang ombak agar tidak langsung menerjang bibit bakau muda. biasanya digunakan tumpukan karung yang berisi pasir dan ditumpuk hingga ketinggian 100 cm dan masing masing karung di ikat dengan tali agar tidak terhempas. pada sisi tumpukan ditancapkan kayu yang menjadi pegangan tali.

Apabila bibit bakau muda sudah mulai muncul daun baru, maka penghalang pasir dapat dipindahkan lebih maju untuk memperluas penanaman bibit mangrove di deret berikutnya. Perlu kesabaran dan program jangka panjang agar terbentuk hutan mangrove di lahan kritis.
Semalam mencoba

untuk pemesanan, silahkan hubungi ;
ibu siti
0813 9110 6333
lokasi di cilacap jawa tengah
www.nusapalapa.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar